Hukum Post Gambar Orang yang Sudah Meninggal

By Kabarwong 16 Sep 2021, 22:52:24 WIB Hukum
Hukum Post Gambar Orang yang Sudah Meninggal

Keterangan Gambar : ilustrasi


Palembang (16/9/2021) – Sudah biasa jika media social dipenuhi unggahan gambar pemandangan, hewan, dan foto manusia. Lalu bagaimana pandangan islam mengenai foto postingan orang yang sudah meninggal baik itu baru meninggal ataupun sudah lama meninggal, apakah boleh kita mempostingnya guna mengucapkan bela sungkawa?

Demikian Allah Ta’ala menyebut kematian sebagai musibah.

“Jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian.” (QS. Al Maidah: 106).

Baca Lainnya :

Bagaimana seharusnya sikap muslim ketika musibah menimpa kaum muslimin? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah memberikan arahan kepada umatnya lewat sebuah hadits:

“Perumpaan seorang mukmin dalam kasih sayang terhadap saudaranya ibarat satu tubuh. Apabila salah satu bagian mengerang kesakitan, maka yang lain pun turut merasakan demam dan tidak bisa tidur” (HR. Muslim).

Ataupun doa yang dipanjatkan kepada almarhum yang ada pada foto tersebut. Beberapa dari pengguna media sosial bahkan memposting foto yang meninggal dunia dengan menampakkan yang kurang pantas.

Yang kurang pantas dilihat oleh ruang publik. Seperti wajah yang meninggal sudah rusak akibat kecelakaan, atau jenazah yang sebagian dari tubuhnya sudah tida kelengkap serta kondisi lainnya.

Tapi seperti oknum yang mengupload merasa hal itu biasa saja. Dan dengan seenaknya mengunggah ke media sosialnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Meratap merupakan salah satu perilaku jahiliyah.”

Sekalipun postingan seperti ini mengundang pro dan kontrak tetapi seperti ini membutuhkan pertimbangan khusus untuk di posting atau tidak. Karena banyak pihak sebenarnya merasa kurang nyaman ketika mengshare foto-foto yang sifatnya pribadi namun diungkapkan karena pertimbangan pertemanan atau lainnya.

Sekalipun kita adalah keluarga teman bahkan sahabat dekat orang yang sudah meninggal dunia secara manusia saya pikir kita harus berfikir ulang untuk memposting foto saat mereka meninggal dunia apalagi kondisinya cukup memprihatinkan. Misalnya korban kecelakaan, pembunuhan, pemerkosaan dan masih banyak lagi.

Berbeda halnya ketika kita posting di media sosial adalah foto ketika mereka masih hidup. Sehingga hal itu lebih kepada mengingatkan kita dan bersama teman-temannya tentang momene atau memory saat bersama.

Hal ini akan jauh berbeda di bandingkan foto ataupun dokumentasi yang kita posting adalah kondisi saat mereka sudah meninggal .

Banyak pengguna media sosial saat ini tidak hanya usia remaja sampai dewasa tetapi banyak sekali dari kalangan salah satu perhatian bagi kita khususnya pengguna agar lebih bijak dalam memposting informasi atau foto yang bersifat khusus. Karena pertimbangan latar belakang usia pengguna yang bervariasi.

Berkat media sosial saat ini setiap orang memungkinkan untuk terhubung dalam internet. Dan dapat menyiarkan informasi apa saja dalam bentuk teks, foto maupun video di gunakan Oleh pengguna hampir keseluruhan sudah terhubung ke internet.

Namun inilah menjadi tantangan bagi kita pengguna yang mengikuti perkembangan teknologi agar lebih bijaksana. Seseorang di tuntun kedawasaan dalam mengunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Termasuk postingan atau gambar yang merupakan tentang dukacita.. Seperti yang di bahas di atas. Yang seharusnya merupakan konsumsi pribadi.

Kita harus juga lebih selektif. Kita harus bisa memilah milih tentang budget semakin maju.

Apalagi yang kita postingan bukanlah keluarga kandung kita sendiri. Yang harusnya kita mendapatkan izin dahulu sebelum mendokumentasikan apalagi memposting.

Jika didokumentasikan untuk keperluan sendiri mungkin bisa dimaklumi. Namun jika untuk dimuat di media sosial maka kita harus lebih selektif.

Lebih selektif tentang hal itu. Semoga kita lebib bijak dalam mengunakan media sosial.

Semoga kita lebih bijak dalam menggunakan media sosial khususnya untuk memposting hal-hal yang sifatnya tidak umum sensitif atau bisa dibilang pribadi.

Dalam sebuah hadis dari Umar bin Khattab RA, dia berkata bahwa Nabi SAW bersabda:

“Seorang mayat akan diazab di kuburnya karena diratapi.”